Kreasi Dengan Inovasi: Pengolahan Barang Bekas Menjadi Kostum 17an Desa Tiyaran oleh KKN UNS
Saat ini banyaknya barang bekas dan sampah plastik melonjak sangat tinggi sehingga hal ini memprihatinkan untuk kondisi lingkungan hidup kita untuk kedepannya. Kondisi ini memberikan kami dari tim KKN UNS ide untuk melakukan inovasi terhadap barang bekas dan juga sampah plastik yang banyak “bertebaran” di lingkungan ini dengan melakukan pemanfaatan barang bekas dan sampah plastik tersebut menjadi sebuah karya yang akan ditampilkan pada kegiatan 17 Agustus atau yang kerap disebut disini sebagai Pitulasan.
Hal ini berangkat dari keinginan kami untuk mengelola barang bekas dan sampah plastik tersebut yang kemudian terpikiran oleh kami untuk menjadi bahan dasar dari pembuatan kostum untuk drama yang akan dibawakan oleh anak-anak dari Desa Tiyaran pada kegiatan 17 Agustusan. Barang bekas dan sampah plastik yang digunakan untuk menjadi kostum ini antara lain yaitu; kardus bekas, sampah sedotan, dan juga sampah plastik lainnya. Barang dan sampah tersebut dimanfaatkan untuk pembuatan kostum seperti pembuatan kostum gunung yang berasal dari sampah plastik, kemudian kardus yang digunakan untuk membuat kostum sayur dan buah, selain itu juga ada sampah sedotan yang dipergunakan untuk membuat rumput dan gembor.
Dalam proses pembuatan kostum ini kami tidak hanya melakukan proses recycle barang bekas dan sampah saja, namun pada proses pembuatannya kami juga berfokus untuk mengajak anak-anak Desa Tiyaran ini untuk membantu pembuatannya. Fokus kami untuk mengajak anak-anak yaitu bertujuan untuk memberikan edukasi dan inovasi bagi anak-anak di Desa Tiyaran bahwa barang bekas ataupun sampah itu dapat dimanfaatkan menjadi banyak hal dan bahkan bisa berkreasi dengan barang bekas atau sampah itu sendiri.
Dengan adanya pemanfaatan dari barang-barang bekas ini besar harapan kami dari tim KKN UNS kedepannya bagi masyarakat sekitar untuk melakukan pengelolaan barang-barang bekas tersebut menjadi suatu barang ataupun karya yang dapat berguna.
