Sejarah Desa Tiyaran
Nama Desa Tiyaran diambil dari sebuah penggabungan kata Ikhtiar (usaha) dan Paran (Jauh dari tempat kelahiran). Hampir sebagian penduduk merantau untuk mencari nafkah (Jual Jamu/bakso). Pada jaman penjajahan Belanda sampai dengan sekitar tahun 1960, pusat pemerintahan Kecamatan Bulu berada di Desa Tiyaran, karena gedung yang berada di Soronanggan, Desa Bulu (Pusat Pemerintahan Kecamatan Bulu pada masa penjajahan Belanda) dibumihanguskan oleh penjajah Belanda dari Nguter hingga menelan korban jiwa dan harta benda. Setelah gedung dibangun, pusat pemerintahan kecamatan Bulu berada di Desa Bulu. Adapun nama-nama kepala desa Tiyaran sebagai berikut:
Kepala Desa I : Prawiro Sugiyatno (10 tahun) : 1962-1972
Kepala Desa II : Harjo Suroso (8 tahun) : 1972-1980
Kepala Desa III : Purwo Karyono (10 tahun): 1980-1990
Kepala Desa IV : Mulyono (8 tahun): 1990-1998
Kepala Desa V : Paimin Pandoyo (6 tahun): 1998-2004
Kepala Desa VI : Sunardi (10 tahun): 2004-2014
Pj. Kepala Desa : Tarno (3 tahun) : 2014-2016
Kepala Desa VII : Sunardi 2016 - sekarang