Mahasiswa KKN UNS Edukasi Orang Tua di Sukoharjo Batasi Gadget Anak lewat Aplikasi Google Family Link

Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Kelompok KKN UNS 203 menggelar sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi Google Family Link untuk para orang tua di Dusun Jatirejo, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Program yang digelar pada Minggu, 20 Juli 2025 ini bertujuan membantu orang tua membatasi penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak yang dinilai mengganggu proses belajar dan perkembangan kognitif mereka.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tema besar KKN UNS bertajuk “Edukasi Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan SDGs,” dengan fokus pada SDGs poin ke-4: Pendidikan Berkualitas. Dalam praktiknya, penggunaan gawai secara tidak terkontrol telah menjadi hambatan utama dalam pencapaian kualitas pendidikan dan pengasuhan yang optimal bagi anak-anak.

“Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar cenderung mengalami penurunan konsentrasi belajar dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan aplikasi Family Link, kami ingin membantu orang tua mengatur waktu belajar dan bermain anak agar lebih seimbang,” jelas Najib Akbar Al Waris, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS sekaligus penanggung jawab program.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil survey awal yang dilakukan mahasiswa bersama Ibu Rosita Asparaningrum, Kepala Seksi Pemerintahan Desa Tiyaran, yang menyatakan bahwa banyak anak di desa ini menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gadget, sehingga sulit fokus belajar dan berinteraksi sosial secara alami. Melalui sesi sosialisasi dan praktik langsung, para ibu PKK dilatih cara menginstal dan menggunakan aplikasi Family Link untuk mengelola waktu layar, memblokir konten tidak sesuai usia, dan memantau aktivitas digital anak secara real time.

“Dengan mengendalikan waktu screen time, orang tua tidak hanya melindungi anak dari dampak negatif digital, tapi juga mendukung mereka tumbuh dalam lingkungan belajar yang lebih sehat dan produktif,” tambah Najib. Program ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pengasuhan digital yang bijak dan menjadi budaya baru dalam mendampingi anak belajar di era teknologi. KKN UNS 203 menegaskan bahwa pembatasan gadget bukan bentuk larangan, melainkan strategi menciptakan ruang belajar yang berkualitas dan bermakna.